Langsung ke konten utama

4 Pro dan Kontra Tentang Akuntansi, Apa saja itu?

 

Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels

Sama seperti karir di bidang lain, karir di bidang akuntansi memiliki beberapa pro dan kontra. Berikut ini Saya sajikan pro dan kontra yang berkaitan dengan Akuntansi sehingga dapat membantu Anda untuk menilai apakah karir di bidang tersebut sesuai dengan kepribadian Anda.

Pro

1. Ada Jalur Karir yang Jelas

Akuntansi merupakan bidang studi yang menarik karena ada banyak pilihan pekerjaan di bidang akuntansi yg bisa kalian pilih seperti, Akuntan Publik (CPA), Auditor, Akuntan Manajemen, Akuntan Biaya, Akuntan forensik, akuntan pemerintahan, Akuntan pajak, dll.

2. Tersedianya Lapangan Kerja yang Memadai

Seperti yang Anda ketahui, akuntan memainkan peranan yang sangat penting, misalnya seorang akuntan pajak dan auditor. Setiap pelaku usaha atau bisnis memerlukan seorang akuntan pajak untuk membantu menghitung pajaknya. Sementara seorang Auditor diperlukan untuk memeriksa dan memastikan kewajaran atas laporan keungan yang disajikan perusahanayanan perpajakan dari perusahaan eksternal penyedia jasa akuntansi. Pajak merupakan kewajiban yang akan selalu ada selama usaha atau bisnis itu ada yang artinya kebutuhan akan seorang akuntan juga akan mengikutinya.

3. Bisa Bekerja di berbagai Industri

Setiap usaha di berbagai industri pastinya memerlukan seorang akuntan, misalnya industri IT, Pemerintahan, UMKM, Perbankan, Periklanan, dan lain sebagainya. Ini berarti, Anda bisa memilih industri yang Anda sukai atau yang diinginkan.

4. Memiliki Peluang Besar menjadi Seorang Pengusaha

Untuk menjalankan sebuah usaha atau bisnis, pemahaman akan akuntansi atau manajemen keuangan merupakan hal yang sangat penting. Hal ini dikarenakan ilmu-ilmu akuntansi seperti laporan keuangan, biaya-biaya, pajak, dan lain sebagainya dapat membantu Anda untuk mempermudah menjalankan usaha tersebut sehingga Anda dapat terhindar dari kerugian atau dampak negatif lain.

Kontra

1.    1. Menuntut untuk Terus Belajar

Banyaknya lulusan akuntansi di era saat ini menuntut setiap individu dari akuntan untuk terus belajar dengan menempuh pendidikan lebih lanjut atau mengambil sertifikasi khusus yang ada di bidang tersebut sehingga dapat terus bersaing dengan para akuntan lainnya.

2.     2. Akuntansi dapat Menimbulkan Kebosanan

Percaya atau tidak, akuntansi merupakan salah satu profesi yang dapat menyebabkan kebosanan. Kebosanan tersebut dapat terjadi karena rutinitas yang dilakukan cenderung sama setiap harinya. Oleh karena itu, pekerjaan sebagai seorang akuntan tidak cocok bagi Anda yang mudah bosan dengan rutinitas tersebut. Walaupun demikian, pekerjaan tersebut juga dapat bermanfaat untuk membantu Anda dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah khususnya yang berkaitan dengan analisis keuangan.

1.     3. Sibuk pada Waktu Tertentu

Akuntan merupakan suatu profesi yang memiliki kesibukan pasti pada waktu-waktu tertentu, seperti akhir bulan, akhir tahun, atau bahkan setiap minggu. Setip akhir bulan misalnya, seorang Akuntan perlu menyiapkan laporan bulanan maupun merekap transaksi yang terjadi untuk keperluan rekonsiliasi bank, pelaporan perpajakan, dan kepentingan lain. Sama halnya dengan akhir tahun, yang mana seorang Akuntan perlu menyiapkan laporan keuangan perusahaan dengan tepat waktu sehingga dapat memberikan informasi kepada berbagai pihak yang berkepentingan, seperti pemilik/pemegang saham perusahaan, kreditur, pemerintah, dan pihak lainnya berkaitan dengan kondisi perusahaan. Laporan keuangan tersebut juga sangat berguna untuk pengambilan keputusan di tahun yang akan datang, sehingga perlu disajikan tepat waktu yang pastinya dapat menyibukkan seorang Akuntan.

2.     4. Dapat Menyebabkan Stres

Ketika Anda bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan perusahaan, Anda harus bersiap untuk mendapatkan beberapa pressure dari atasan Anda. Hal tersebut dapat menimbulkan stres yang dapat mempengaruhi kesehatan mental anda. Stres yang dialami seorang Akuntan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum deadline, ketidaksesuaian data keuangan yang ada dengan yang seharusnya terjadi, serta faktor lainnya.

Oleh karena itu, untuk menjadi seorang Akuntan, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apakah pekerjaan tersebut cocok dengan kepribadian Anda. Anda dapat melakukan personality test online untuk menilai kecocokan Anda terhadap suatu pekerjaan.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu "Visionary Thinking"?

Pengertian Visionary Thinking  atau Pemikiran visioner merupakan kemampuan unik yang dimiliki seseorang untuk meramalkan tren masa depan dan menginspirasi perubahan. Pemikiran tersebut telah menjadi kekuatan pendorong di balik inovasi paling inovatif di dunia. Pemikiran visioner melibatkan pemikiran melampaui masa kini dan bertanya pada diri sendiri seperti apa masa depan. Ini adalah landasan di mana seorang pemimpin membangun strategi untuk mencapai keadaan masa depan organisasi yang diinginkan. Anda dapat melihat beberapa contoh orang – orang yang memiliki pemikiran visioner seperti Steve Jobs - salah satu pemimpin visioner paling ikonik. Kecintaannya terhadap inovasi dan desain membawanya pada penciptaan produk-produk inovatif seperti iPhone, iPad, dan iPod. Selain itu, ada Elon Musk - pendiri beberapa perusahaan inovatif seperti Tesla dan SpaceX. Dia secara konsisten menantang status quo di berbagai industri, mendorong kendaraan listrik dan perjalanan ruang angka...