| Photo by Scott Graham on Unsplash |
Pengertian Wesel Tagih
Wesel tagih merupakan pernyataan jumlah utang pelanggan
dalam bentuk tertulis yang formal. Apabila diharapkan dapat ditagih dalam waktu
setahun, wesel tagih biasanya digolongkan sebagai aset lancar di laporan posisi
keuangan.
Wesel tagih juga dapat digunakan untuk melunasi piutang
pelanggan. Klaim yang didukung oleh sebuah wesel memiliki beberapa keuntungan
dibandingkan klaim dalam bentuk piutang usaha. Dengan menandatangani wesel
tersebut, debitur mengakui utangnya dan bersedia untuk membayarnya sesuai
dengan ketentuan yang tertulis. Jadi, wesel tersebut merupakan klaim hukum yang
lebih kuat.
Karakteristik Wesel Tagih
Wesel tagih atau surat perjanjian piutang (promissory
note) merupakan janji tertulis untuk membayar sejumlah uang (nilai nominal)
dan biasanya disertai dengan bunga pada saat jatuh tempo atau pada waktu yang
telah disepakati di kemudian hari. Karakteristik wesel tagih adalah sebagai
berikut:
- Surat tersebut ditandatangani oleh perusahaan atau orang yang membuat janji, atau biasa disebut pembuat janji (maker).
- Adanya pihak yang menerima uang/pembayaran (payee).
- Nilai nominal (face amount) atau jumlah yang disepakati di awal.
- Tanggal penerbitan (issuance date).
- Tanggal jatuh tempo (due date atau maturity date).
- Periode wesel tagih.
- Tingkat bunga (interest rate).
Akuntansi untuk wesel tagih
PT X menerima wesel tagih 30 hari, dengan bunga 12%,
bertanggal 21 November 2020, sebagai penyelesaian piutang Jaya Bersama yang
telah lewat jatuh tempo sebesar Rp 7.000.000. Jurnal untuk mencatat penerimaan
wesel tagih tersebut adalah sebagai berikut:
|
Nov, 21 |
Wesel Tagih –
Jaya Abadi |
|
7000000 |
|
|
|
|
|
Piutang Usaha
– Jaya Abadi |
|
7000000 |
|
Saat wesel tagih telah jatuh tempo, PT X mencatat penerimaan
atas pelunasan sebesar Rp 7.070.000.
|
Des, 21 |
Kas |
|
7.070.000 |
|
|
|
|
|
Wesel Tagih –
Jaya Abadi |
|
7000000 |
|
|
|
|
Pendapatan
Bunga* |
|
70.000 |
|
|
|
|
*7000000 +
(7000000 x 12% x 30/360) |
|
|
|
Apabila pembuat wesel tagih tersebut gagal membayar utangnya
pada tanggal jatuh tempo, maka surat tersebut disebut wesel tagih gagal bayar (dishonored
note receivable). Jadi, perusahaan yang memegang wesel tagih tersebut akan
memindahkan kembali nilai nominal wesel tagih ditambah bunga jatuh tempo ke
akun piutang pelanggan yang bersangkutan. Jurnal untuk mencatat kejadian
tersebut adalah sebagai berikut:
|
Des, 21 |
Piutang Usaha |
|
7.070.000 |
|
|
|
|
|
Wesel Tagih –
Jaya Abadi |
|
7000000 |
|
|
|
|
Pendapatan
Bunga* |
|
70.000 |
|
Bunga telah diterima perusahaan meskipun wesel tersebut
tidak dapat dilunasi. Jika piutang tersebut tidak tertagih, maka perusahaan
akan menghapus piutang sebesar Rp 7.070.000 dan mencatatnya dalam akun
penyisihan piutang tak tertagih.
Demikian penjelasan terkait wesel tagih di atas, semoga
dapat menambah pengetahuan Anda.
Komentar
Posting Komentar